AKUNTANSI INTERNASIONAL
Nama : RIO ENDRY FEBRIAN
Npm : 26210004
Kelas : 4 eb 17
BAB 6
TRANSLASI MATA UANG ASING
Alasannya agar setiap
perusahaan dengan operasi luar negeri menyusun laporan konsolidasinya yang
memungkinkan para pembaca laporan mendapatkan pemahaman yang holistic atas
operasi perusahaan, baik domestic atau luar negeri.
Alasan tambahan untuk
translasi mata uang asing adalah untuk mencatat transaksi mata uang asing
mengukur risiko suatu perusahaan terhadap pengaruh perubahan mata uang dan
berkomunikasi dengan para pihak berkepentingan dari luar negeri, seperti untuk
kepentingan pembelian barang dagang dari sebuah importir, harus ditranslasikan
terlebih dahulu karena laporan keuangan tidak dapat disusun dari akun-akun yang
dinyatakan lebih dari satu mata uang.
Translasi mata uang asing
digunakan juga untuk mencatatkan sahamnya di suatu bursa efek luar negeri, yang
berniat untuk mencatatkan sahamnya di suatu bursa efek luar negeri, untuk
melakukan akuisisi dengan pihak asing, atau ingin mengkomunikasikan hasil
operasi dan posisi keuangan kepada para pemegang saham asingnya.Pada akhirnya
skala investasi internasional yang meluas meningkatkan kebutuhan untuk
menyampaikan informasi akuntansi mengenai suatu perusahaan yang bertempat di
satu Negara kepada pengguna di Negara lain.
PEMAHAMAN TRANSLASI
Translasi
tidak sama dengan konversi yang adalah pertukaran dari satu mata uang ke mata
uang lain secara fisik. Translasi hanyalah perubahan satuan unit moneter.
Seperti, pada sebuah neraca yang dinyatakan dalam pound Inggris disajikan ulang
ke dalam nilai ekuivalen dollar AS. Saldo-saldo dalam mata uang asing ditranslasikan
menjadi nilai ekuivalen mata uang domestik berdasarkan kurs nilai tukar valuta
asing yaitu harga satu unit suatu mata uang yang dinyatakan dalam mata uang
lainnya.
Transaksi
mata uang asing terjadi pada pasar spot, forward, atau swap, mata uang yang
dibeli atau dijual pada spot umumnya harus dikirimkan secepatnya, yaitu dalam
waktu 2 hari kerja.
Perkembangan Akuntansi
Translasi
1.
Sebelum 1965: Sebelum tahun ini praktik
translasi pada perusahaan AS dipandu oleh Accounting Research Bulletin no 4
(ARB No. 4) yang kemudian diterbitkan kembali sebagai bab 12 dalam ARB No. 43
2.
1965-1975: Bab 12 ARB No. 43 memperbolehkan
pengecualian tertentu atas metode kini-non kini. Mentranslasikan seluruh utang
dan piutang dalam mata uang asing berdasarkan kurs kini diperbolehkan setelah
Accounting Principle Board Opinion No. 6 dikeluarkan pada tahun 1965. Perubahan
ARB NO. 43 ini memberikan pilihan translasi yang lain bagi perusahaan.
3.
1975-1981: FASB mengeluarkan FAS No. 8 yang
controversial pada tahun 1975. Pernyataan ini secara signifikan mengubah
praktik di AS dan sejumlah perusahaan asing yang menggunakan GAAP AS karena
wajib menggunakan metode translasi temporal.
4.
1981-Sekarang: FASB mempertimbangkan kembali
FAS No. 8 dan setelah melaluibanyak pertemuan public dan dua draft sementara,
menerbitkan Statement of Financial Accounting Standards No. 52 pada 1981.
Standar No. 52
Standar no. 52 mengakui
bahwa baik sudut pandang induk perusahaan dan anak perusahaan merupakan
kerangka dasar pelaporan yang sah. Maka dari itu aturan translasi dirancang
untuk:
1.
Mencerminkan hasil dan hubungan keuangan yang
diukur dalam mata uang utama yang digunakan oleh setiap entitas konsolidasi
saat melakukan kegiatan usahanya.
2.
Memberikan informasi yang secara umum sesuai
dengan harapan pengaruh ekonomi dari perubahan kurs nilai tukar terhadap arus
kas dan ekuitas suatu perusahaan.
Translasi Mata Uang Asing
Perusahaan yang beroperasi
secara internasional menggunakan berbagai metode untuk menyatakan aktiva,
kewajiban, pendapatan, dan beban yang dinyatakannya dalam mata uang asing
menjadi dalam mata uang domestic. Metode translasi dapat dikategorikan menjadi
dua jenis, yaitu metode kurs tunggal dan merode kurs berganda.
a)
Metode kurs tunggal : Metode ini menerapkan
suatu kurs nilai tukar, yaitu kurs terkini dan kurs penutupan, untuk seluruh
aktiva dan kewajiban lancar. Pendapatan dan beban dalam mata uang asing umumnya
ditranslasikan dengan menggunakan kurs nilai tukar yang berlaku pada saat
pos-pos tersebut diakui. Namun demikian untuk memudahkan pos-pos ini umumnya
ditranslasikan dengan menggunakan rata-rata tertimbang kurs nilai tukar yang
tepat untuk periode tersebut. Laporan keuangan sebuah operasi asing memiliki
domisili pelaporannya sendiri, lingkungan mata uang local di mana perusahaan
afiliasi asing melakukan usahanya. Suatu aktiva atau kewajiban dalam mata uang
asing dikatakan menghadapi resiko mata uang asing jika ekuivalen dalam mata
uang digunakan untuk mentranslasikan aktiva atau kewajiban tersebut.
b)
Metode Kurs Berganda : Metode kurs berganda
menggabungkan kurs nilai tukar historis dan kurs nilai tukar kini dalam
proses translasi.
c)
Metode Kini-Nonkini : Berdasarkan Metode
Kini-Non Kini, aktiva lancar dan kewajiban lancar anak perusahaan luar negeri
ditranslasikan ke dalam mata uang pelaporan induk perusahaannya berdasarkan
kurs kini. Aktiva dan kewajiban tidak lancar ditranslasikan berdasarkan kurs
historis. Pos-pos laporan laba rugi (kecuali beban depresiasi dan amortisasi)
ditranslasikan berdasarkan kurs rata-rata yang berlaku dalam setiap bulan
operasi atau berdasarkan rata-rata tertimbang selama keseluruhan periode
pelaporan. Beban depresiasi dan amortisasi ditranslasikan berdasarkan kurs
histories yang tercatat saaat aktiva tersebut diperoleh. Metode ini menggunakan
kurs akhir tahun untuk mentranslasikan aktiva lancar secara tidak langsung
menunjukkan bahwa kas, piutang, dan persediaan dalam mata uang asing sama-sama
menghadapi resiko nilai tukar.
d)
Metode Moneter-nonmoneter : Metode
Moneter-Non Moneter juga menggunakan skema klasifikasi neraca untuk menentukan
kurs translasi yang tepat. Aktiva dan kewajiban moneter ditranslasikan
berdasarkan kurs kini. Pos-pos non moneter aktiva tetap, investasi jangka
panjang, dan persediaan investor ditranslasikan dengan menggunakan kurs
histories. Pos-pos laporan laba rugi ditranslasikan dengan menggunakan prosedur
yang sama dengan yang dijelaskan untuk konsep kini-non kini.
e)
Metode Temporal : Pada metode temporal,
tranlasi mata uang merupakan proses konversi pengukuran atau penyajian ulang
nilai tertentu. Metode ini tidak mengubah atribut suatu pos yang diukur,
melainkan hanya mengubah unit pengukuran. Translasi saldo-saldo dalam mata uang
asing menyebabkan pengukuran ulang denominasi pos-pos tersebut tetapi bukan
penilaian sesungguhnya. Berdasarkan GAAP AS, kas diukur berdasarkan jumlah yang
dimiliki pada tanggal neraca. Piutang dan utang dinyatakan sebesar jumlah yang
diperkirakan akan diterima atau akan dibayar pada saat jatuh temponya.
Keuntungan
dan Kerugian Translasi Mata Uang Asing
Secara internasional, perlakuan akuntansi terhadap penyesuaian tersebut sama banyaknya dengan prosedur translasi mata uang asing.Pendekatan akuntansi untuk penyesuaian translasi mta uang asing mulai dari penangguhan hingga tidak ada penangguan dengan pendekatan hybrid pada keduanya
a. Penangguhan
b.Penangguhan dan Amortisasi
c. Penangguhan sebagian
d. Tidak ada penangguhan
Pengaruh Alternatif Kurs
Translasi Terhadap Laporan Keuangan
Ada tiga nilai tukar yang
dapat digunakan ketika melakukan translasi saldo dalam mata uang asing
menjadi mata uang domestik.
1. Kurs
Kini adalah kurs nilai tukar pada saat tanggal laporan keuangan
2. Kurs
Historis adalah kurs nilai tukar pada saat suatu aktiva dalam mata uang asing
pertam kali diperoleh
3. Kurs
Rata rata adalah rata rata sederhana atau tertimbang dari kurs nilai tukar kini
atau kurs nilai tukar historis.
Kurs nilai tukar historis
umumnya mempertahankan biaya awal ekuivalen dengan suatu pos dalam mata uang
asing dalam laporan berdenominasi mata uang domestik. Penggunaan nilai tukar
historis melindungi laporan keuangan dari keuntungan dan kerugian translasi
mata uang asing.
Latar Belakang dan
Teminologi
Translasi tidak sama dengan
konversi. Translasi hanyalah perubahan satuan unit moneter. Dalam translasi
tidak ada pertukaran fisik dan tidak ada transaksi terkait yang terjadi seperti
bila dilakukan konversi.
Pasar uang merupakan tempat
jual – beli mata uang negara-negara dagang utama. Tempat inilah yang menjadi
tempat transaksi perdagangan, transfer pembayran kredit, dan pengiriman barang
sehingga para pelaku bisnis terlindung dari resiko ketidakstabilan nilai tukar.
Transaksi mata uang asing
terjadi di pasar spot, forward, dan swap.
Mata uang yang
diperjualbelikan pada spot harus dikirimkan secepatnya.
Transaksi pada forward adalah
perjanjian untuk melakukan pertukaran suatu mata uang dengan jumlah tertentu
kedalam mata uang lain pada suatu tanggal di masa depan.
Transaksi swap melibatkan
pembelian spot dan penjual forward atau melibatkan
pembelianforward dan penjual spot atas mata uang secara
bersamaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar