A.
Pembahasan
Apa
itu IFRS? IFRS sesuatu yan berhubungan
dengan akuntansi, mari kita kenal lebih
dekat apa itu IFRS Menurut situs Wikipedia IFRS didefiniskian sebagai standar
dasar, pengertian dan kerangka Kerja yang diadaptasi oleh badan standar
akuntansi internasional atau dalam bahasa inggris dikenal dengan International
Accounting Standards Board (IASB). IFRS
sekarang ini sudah diterima secara luas oleh negara-negara di dunia. Berikut adalah
pengakuan dan dukungannya :
Standar-standar
tersebut digunakan oleh banyak negara sebagai dasar menyusun standar-standar
akuntansi mereka atau diadopsi sepenuhnya. Standar-standar tersebut
diterima oleh banyak bursa efek dan para regulator yang mengizinkan baik
perusahaan asing maupun domestik untuk menyusun laporan keuangan yang sesuai
dengan IFRS.Standar-standar tersebut diakui oleh masyarakat Eropa (European
Community, EC) dan badan-badan supranasional lain. Pada tahun 1995, EC
mengesahkan IFRS.
Secara
garis besar yang kita tahu IFRS adalah
berupa standar akuntansi yang telah diakui secara internasional dan diadopsi di
hampir seluruh negara. Setelah kita mengetahui apa itu IFRS sekarang kita akan
membahas apakah penting IFRS di adopsi oleh INDONESIA?, setelah melihat apa itu IFRS dan diterimanya
IFRS di dunia kita dapat mengambil beberapa arti yang mengarah ke arah positif.
Jika IFRS itu positif, maka INDONESIA perlu mengadopsinya ,karena sesuatu yang
positif akan berdampak baik. berikut adalah manfaat Indonesia mengadopsi IFRS :
1. Agar
standar pelaporan keuangan Indonesia mendapat pengakuan yang tinggi
2. Indonesia
akan mendapatkan manfaat dari meningkatnya kredibilitas pasar modal Indonesia
di mata investor global
3. Meluasnya
pasar investasi lintas batas negara dan meningkatkan efisiensi alokasi modal
4. Menghilangkan
hambatan arus modal internasional dengan mengurangi perbedaan dalam ketentuan
pelaporan keuangan
5. Mengurangi
biaya pelaporan keuangan bagi perusahaan multinasional dan biaya untuk analisis
keuangan bagi para analis.
Menurut
pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa sampai saat ini PSAK telah banyak
berkiblat pada IAS. Lalu, perlukah Indonesia mengadopsi IAS/IFRS? Tentu saja
perlu, agar standar pelaporan keuangan Indonesia mendapat pengakuan yang
tinggi. Tetapi menurut Indrawijaya dalam Sunardi dan Sunyoto (2011), ada dua
hal penting yang harus diperhatikan. Yang pertama, kesadaran akuntan untuk
berperilaku profesional dan menjunjung tinggi etika profesi. Semakin pandai
seorang akuntan, semakin berbahaya jika tidak menjunjung tinggi profesi. Yang
kedua, adanya regulator yang mempunyai daya paksa terhadap semua perusahaan dan
semua akuntan untuk mematuhi regulasi yang telah ditetapkan. Tanpa kekuatan
pemaksa, regulasi atau aturan apapun tidak akan mempunyai manfaat dalam upaya
pencapaian tujuan yang diinginkan. Brown dan Tarca dalam Sunardi dan Sunyoto (2011)
menyatakan bahwa adopsi IFRS adalah untuk meningkatkan kualitas dan daya
banding informasi keuangan, namun tanpa regulatory oversight yang ketat tujuan
tersebut tidak akan tercapai.
B.
Ruang Lingkup
PT.
Garuda Airlines Indonesia (GA), sebuah BUMN yang beroperasi di bidang jasa
penerbangan dan merupakan maskapai penerbangan terbesar di Indonesia. GA telah
mengaplikasikan IFRS pada laporan keuangannya. GA telah menerapkan
beberapa penerapan PSAK-PSAK tertentu yang mengacu kepada IFRS, yaitu:
- PSAK
2 (revisi 2009), Laporan Arus Kas
- PSAK
3 (revisi 2010), Laporan Keuangan Interim
- PSAK
5 (revisi 2009), Segmen Operasi
- PSAK
8 (revisi 2010), Peristiwa Setelah Periode Pelaporan
- PSAK
12 (revisi 2009), Bagian Partisipasi dalam Ventura Bersama
- PSAK
15 (revisi 2009), Investasi pada Entitas Asosiasi
- PSAK
19 (revisi 2010), Aset Takberwujud
- PSAK
22 (revisi 2010), Kombinasi BisnisPSAK 23 (revisi 2010), Pendapatan
- PSAK
25 (revisi 2009), Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan
Kesalahan
- PSAK
48 (revisi 2009), Penurunan Nilai Aset
- PSAK
57 (revisi 2009), Provisi, Liabilitas Kontinjensi dan Aset Kontinjensi
- PSAK
58 (revisi 2009), Aset Tidak Lancar yang Dimiliki untuk Dijual dan Operasi yang
Dihentikan
- ISAK
10, Program Loyalitas Pelanggan
C. Kesimpulan
Penerapan
IFRS sebenarnya sudah bayak dipakai di perusahaan yang sudah listing di BEI.
Penerapan IFRS pada PT. Garuda Arilines Indonesia, Tbk. hanyalah salah satu
dari beberapa diantaranya. Untuk perusahaan PT. Garuda Airlines Indonesia, Tbk.
ini sendiri telah diadopsi secara penuh sebagai standar dalam penyusunan
laporan keuangan mulai tahun 2009. Demikian, semoga bermanfaat.
Sumber
:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar